Meski Belum Beroperasi, PT Kembar Emas Sultra Gelar Penyuluhan Stunting dan PMT di Desa Tambakua

Redaksi Beritando
14 Jun 2026 10:11
3 menit membaca

 

TAMBAKUA, Beritando.com– Komitmen terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus ditunjukkan PT Kembar Emas Sultra (KES) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kali ini, perusahaan menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta ibu hamil di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Hialu tersebut mengusung tema “Cegah Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan dan Multivitamin Ibu Hamil”. Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas bayi, balita, ibu hamil, dan lansia mengikuti kegiatan dengan antusias.

Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi Posyandu. Para ibu yang membawa balita dan bayi hadir untuk mendapatkan edukasi kesehatan sekaligus layanan pemberian makanan tambahan guna mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Staff External PT Kembar Emas Sultra, Irza Arasyid, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin perusahaan yang dilaksanakan setiap semester di desa-desa lingkar tambang sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Program ini rutin kami laksanakan setiap semester di desa-desa lingkar tambang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya di bidang kesehatan,” ujar Irza.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya mendukung program pemerintah melalui kegiatan edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh kesehatan dari Puskesmas Hialu, Hasmar Neo, SKM., M.Kes., memberikan pemaparan mengenai bahaya stunting serta langkah-langkah pencegahannya. Ia menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang panjang.

“Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan,” jelas Hasmar.

Ia berharap kolaborasi antara Puskesmas Hialu dan PT Kembar Emas Sultra dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap edukasi terkait stunting dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga angka stunting, khususnya di Desa Tambakua, dapat terus ditekan,” katanya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Sekretaris Desa Tambakua, Irvan. Ia menilai kepedulian PT Kembar Emas Sultra patut diapresiasi karena perusahaan tetap menjalankan program sosial kemasyarakatan meskipun belum melakukan kegiatan operasional.

“Atas nama Pemerintah Desa Tambakua dan masyarakat, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Kembar Emas Sultra atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap kesehatan warga, meskipun saat ini perusahaan belum melaksanakan kegiatan operasional,” ungkap Irvan.

Ia berharap perusahaan dapat segera menjalankan operasionalnya dengan lancar sehingga manfaat yang diberikan kepada masyarakat dapat semakin luas.

“Kami mendoakan agar PT KES diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam setiap tahapan usahanya. Semoga ke depan perusahaan dapat terus berkontribusi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya di Desa Tambakua,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain penyuluhan kesehatan, peserta juga menerima makanan tambahan bergizi untuk balita serta multivitamin bagi ibu hamil. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting semakin meningkat demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.Versi ini lebih sesuai dengan kaidah penulisan berita media online, lebih padat, tidak berulang, dan tetap mempertahankan seluruh substansi informasi yang ada.

Tim