Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa

vritimes
21 Sep 2026 10:28
NASIONAL 0 8
3 menit membaca

Denpasar, September 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang mengelola dan mengoperasikan terminal nonpetikemas di berbagai wilayah Indonesia, terus mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Benoa, Bali. Keberadaan terminal ini menjadi bagian dari infrastruktur kepelabuhanan yang mendukung kelancaran rantai pasok energi bagi Bali dan wilayah sekitarnya.

Sebagai bagian dari penataan kawasan Pelabuhan Benoa, fasilitas Terminal LNG yang sebelumnya berada di area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) direlokasi menuju Area Pengembangan 2 (AP2) Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Relokasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan BMTH sebagai Program Strategis Nasional, dengan tetap mempertahankan fungsi Terminal LNG dalam mendukung kebutuhan energi di Bali.

Dari sisi operasional, arus bongkar muat LNG hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 11,05 juta MMBtu, tumbuh 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 10,65 juta MMBtu. Capaian tersebut menunjukkan keberlanjutan aktivitas layanan Terminal LNG Benoa dalam mendukung pergerakan dan pemenuhan kebutuhan energi di Bali.

Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa keberadaan Terminal LNG memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas energi di Bali. Karena itu, penataan fasilitas dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kesinambungan layanan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan energi yang terus berkembang di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Dewata.

“Pelindo Multi Terminal berkomitmen menjaga keandalan operasional Terminal LNG Benoa untuk mendukung ketahanan energi di Bali dan sekitarnya. Relokasi ke Area Pengembangan 2 merupakan bagian dari penataan kawasan BMTH, namun fungsi terminal sebagai bagian dari rantai pasok energi tetap kami jaga agar dapat beroperasi secara optimal,” ujar Sugeng.

Dalam pengelolaannya, Terminal LNG Benoa didukung fasilitas Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU), serta terminal dan instalasi perpipaan yang terintegrasi. Salah satu fasilitas strategisnya adalah FRU Lumbung Dewata dengan kapasitas regasifikasi sebesar 41 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day). Gas yang telah melalui proses regasifikasi kemudian disalurkan melalui instalasi perpipaan untuk memenuhi kebutuhan PLTD Pesanggaran, yang menjadi bagian dari sistem penyediaan energi listrik di Bali.

Relokasi FRU dan FSRU menuju AP2 dilakukan sejalan dengan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim yang mendukung aktivitas kapal pesiar dan yacht internasional. Dengan penataan tersebut, pengembangan fungsi pariwisata dan keberadaan infrastruktur energi dapat berjalan berdampingan dalam satu kawasan pelabuhan yang terintegrasi.

Penataan dan pengelolaan Terminal LNG Benoa tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendukung transformasi BUMN. Melalui penguatan kapabilitas operasional dan optimalisasi infrastruktur, Pelindo Multi Terminal terus mendorong peningkatan kualitas layanan serta peran pelabuhan dalam mendukung kebutuhan energi dan perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari upaya mendorong keberlanjutan, Pelindo Multi Terminal terus mengoptimalkan pengelolaan Terminal LNG Benoa yang mendukung pemanfaatan energi dengan emisi yang lebih rendah. Hal tersebut menjadi bagian dari proses transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih, sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian di Bali dan sekitarnya.

“Kami terus mendorong pengelolaan terminal yang memperhatikan keberlanjutan, termasuk melalui dukungan terhadap penggunaan energi yang lebih rendah emisi. Bagi Pelindo Multi Terminal, penerapan ESG bukan hanya terkait aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana memastikan operasional berjalan aman, efisien, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan Terminal LNG Benoa menjadi salah satu langkah kami untuk mendukung hal tersebut,” tutup Sugeng.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES