Public Expose 2026: Laba Tembus Rp1,91 T, Jasa Marga Siap Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang

vritimes
9 Sep 2026 18:00
NASIONAL 0 14
5 menit membaca

Jakarta (09/09), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri jalan tol nasional dengan optimalisasi jaringan dan portofolio jalan tol, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.

Strategi tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga untuk memastikan skala bisnis yang dimiliki dapat terus memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan Perseroan. Dengan mengintegrasikan kekuatan jaringan, portofolio aset, layanan, teknologi, dan kapabilitas yang dimiliki, Jasa Marga melihat ruang pertumbuhan yang semakin luas, tidak hanya dari bisnis jalan tol, tetapi juga dari berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang koridor.

Melalui strategi ini Perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja positif pada Semester I 2026. Capaian tersebut disampaikan dalam gelaran Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia secara daring pada Rabu (09/09).

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, fundamental yang sehat memberikan ruang gerak bagi Perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis secara prudent sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru.

“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujar Rivan.

Fundamental pendapatan Perseroan ditopang oleh arus kas operasi yang solid. Hal ini memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang dan memperkuat ketahanan likuiditas Perseroan dalam menghadapi dinamika makroekonomi. Bukti dari ketahanan tersebut terlihat dari kinerja Jasa Marga hingga Semester I/2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun (naik 6,8% yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar (melonjak 17,6% yoy).

Pertumbuhan top-line tersebut terkonversi positif ke pos profitabilitas, ditandai oleh EBITDA perseroan naik 8,1% (yoy) menjadi Rp6,99 triliun, dengan EBITDA margin tetap terjaga pada level 67,8%, dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2,0% (yoy). Profil risiko utang pun tetap terkendali secara prudent, tecermin dari Gearing ratio tercatat pada level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas Perseroan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk melanjutkan agenda investasi strategis dan pengembangan bisnis.

Selain itu, salah satu kekuatan utama Jasa Marga terletak pada skala jaringan yang dimiliki. Hingga 30 Juni 2026, Perseroan memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 km dan telah mengoperasikan sekitar 1.294 km jalan tol yang merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Skala tersebut memberikan basis bagi Jasa Marga untuk mengelola jaringan sebagai satu kesatuan portofolio dan network yang saling terhubung. Pendekatan ini membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi pada koridor-koridor yang dilalui.

“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” ujar Rivan.

Penciptaan Nilai Ekonomi

Sejalan dengan optimalisasi portofolio, Jasa Marga terus memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membentuk new value pools dari aset dan koridor yang dimiliki. Salah satu bentuk pengembangan ekosistem tersebut adalah transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui Travoy Rest. Bagi Perseroan, pengembangan rest area merupakan bagian dari upaya memperluas fungsi koridor jalan tol. Selain

mendukung kebutuhan perjalanan, keberadaan rest area dapat menjadi ruang bagi aktivitas ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan produk lokal. Perseroan juga mengembangkan sejumlah lini bisnis prospektif di luar bisnis utama seperti building management, advertising dan utilitas, serta pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dan Toll Corridor Development (TCD).

“Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pendekatan seperti ini yang terus kami kembangkan dalam membangun ekosistem jalan tol,” jelas Rivan.

Pengembangan ekosistem tersebut diperkuat melalui inovasi teknologi, antara lain melalui sistem Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang menjadi pusat integrasi pengelolaan informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time, di saat yang sama, aplikasi Travoy merangkum seluruh kebutuhan perjalanan pengguna ke dalam satu platform digital praktis.

“Teknologi kami tempatkan sebagai enabler untuk membuat operasional semakin efektif, pengelolaan aset semakin akurat, dan layanan kepada pengguna semakin terintegrasi. Sedangkan di balik modernisasi teknologi operasional, Jasa Marga turut memperkuat fondasi internal lewat transformasi budaya kerja (infraculture) berbasis nilai budaya “JSMR MOVE”. Didukung analitik data SDM terpadu (HC Analytics), Perseroan mencetak talenta unggul yang lincah dan adaptif dalam menjawab dinamika industri infrastruktur masa depan,” tambahnya.

Memasuki Semester II 2026, Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara akselerasi konektivitas infrastruktur dan ketahanan neraca keuangan. Melalui disiplin alokasi modal (CapEx discipline), stabilitas arus kas, serta pemanfaatan teknologi di setiap lini. Seluruh langkah Perseroan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan tol dan masyarakat.

“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap investasi dan pengembangan yang dilakukan Jasa Marga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas. Kami juga ingin memastikan Jasa Marga tetap menjadi pilihan investasi yang tepercaya bagi pasar modal, serta setiap value creation dari aktivitas bisnis Perseroan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pengguna jalan, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” tutup Rivan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES