Berbagi Pengalaman di UHO, Yovi Fajar Tindangen Buka Wawasan Mahasiswa Kehutanan tentang Karier Tambang

Redaksi Beritando
18 Okt 2026 10:01
2 menit membaca

 

KENDARI, Beritando.com — Peluang berkarier di industri pertambangan tidak hanya terbuka bagi lulusan yang secara khusus menempuh pendidikan di bidang pertambangan. Dengan bekal kompetensi yang relevan, pengalaman, serta kemauan untuk terus berkembang, lulusan kehutanan juga memiliki kesempatan untuk mengambil peran di sektor tersebut.

Pesan itu disampaikan Kepala Teknik Tambang (KTT) Aquila Nickel Group, Yovi Fajar Tindangen, saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Perencanaan Karir #Series 2: Ragam Profesi dan Peran Rimbawan” yang diselenggarakan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari Jurusan Kehutanan dan Teknik Lingkungan. Kehadiran praktisi industri dalam forum ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dinamika dunia kerja, termasuk ragam profesi yang dapat ditekuni setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Dalam pemaparannya, Yovi berbagi pengalaman mengenai perjalanan profesional dan peluang yang tersedia di industri pertambangan. Ia menjelaskan bahwa kesesuaian latar belakang pendidikan perlu diimbangi dengan kemampuan teknis, pengalaman lapangan, serta kesiapan menghadapi perkembangan dan kebutuhan dunia industri.

Menurutnya, masa perkuliahan merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja. Pengembangan kemampuan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan akademik, tetapi juga perlu diperkuat melalui keterlibatan dalam organisasi, pelatihan, proyek, dan berbagai aktivitas yang dapat memberikan pengalaman nyata.

Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika mahasiswa mulai memasuki persaingan kerja. Portofolio yang baik, disertai kemampuan beradaptasi dan kemauan mempelajari hal-hal baru, juga dapat membantu memperluas pilihan karier di masa mendatang.

Yovi turut menekankan bahwa mahasiswa kehutanan perlu memiliki pandangan yang terbuka terhadap perkembangan profesi. Keahlian yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi modal untuk menjajaki berbagai bidang pekerjaan, termasuk industri pertambangan, sepanjang didukung kompetensi yang sesuai dengan posisi dan tanggung jawab yang akan dijalankan.

Melalui forum perencanaan karier ini, mahasiswa diharapkan dapat mengenali potensi diri, memahami kebutuhan dunia kerja, serta menyusun langkah pengembangan kompetensi sejak dini. Dengan persiapan yang matang, lulusan perguruan tinggi diharapkan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.

Partisipasi Aquila Nickel Group dalam kegiatan akademik tersebut juga menjadi bentuk keterlibatan perusahaan dalam memperluas wawasan generasi muda mengenai dunia industri. Sinergi antara perguruan tinggi dan praktisi diharapkan mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan profesional, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif di Sulawesi Tenggara.