19 Perenang Berhasil Seberangi Selat Madura, Bawa Harapan bagi Warga Pesisir Timbulsloko

vritimes
3 Nov 2026 16:02
NASIONAL 0 11
5 menit membaca

SURABAYA, Minggu 1 November 2026 – Sebanyak 19 perenang dari berbagai latar belakang berhasil menuntaskan tantangan renang menyeberangi Selat Madura dari Kamal, Madura, menuju Surabaya, Minggu (1/11/2026). Namun, aksi bertajuk Xtreme Impact 2026 – Madura Strait Open Water Challenge ini bukan semata-mata tentang ketahanan fisik maupun pencapaian olahraga. Di balik setiap kayuhan tangan para peserta, tersimpan misi solidaritas untuk membantu masyarakat pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terus berjuang menghadapi abrasi dan banjir rob.

Gerakan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat pesisir yang semakin kehilangan ruang hidup. Salah satu gambaran nyata terlihat di Dukuh Timbulsloko. Jumlah keluarga yang masih bertahan di wilayah tersebut kini tersisa sekitar 90 kepala keluarga (KK), turun dari sebelumnya sekitar 170 KK pada 2020.

Perwakilan pendamping masyarakat pesisir Demak, Masnuah, yang juga mendirikan komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari pada 2005 mengatakan warga masih berupaya mempertahankan kehidupan di tanah leluhur mereka meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

“Mereka terus bertahan dengan banyak tantangan dan hambatan, berjuang dengan rasa yang sehormat-hormatnya, dengan gotong royong, swadaya, bagaimana mereka tetap berharap. Mereka masih tetap bisa hidup di tanah leluhurnya, masih bisa ziarah di makam leluhurnya, masih bisa mewariskan kehidupan untuk anak cucunya kelak,” ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga akses terhadap kebutuhan dasar dan keberlanjutan ekonomi. Warga saat ini menghadapi kesulitan memperoleh air bersih karena hanya mengandalkan satu sumber sumur bor yang debitnya mulai berkurang. Kondisi banjir rob juga membuat aktivitas sehari-hari terganggu, termasuk kebutuhan sanitasi.

Melalui gerakan Xtreme Impact, penyelenggara menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung penyediaan fasilitas air bersih, pembangunan rumah aman sebagai tempat berkumpul dan berlindung sementara bagi warga, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak untuk memperkuat ekonomi kelompok perempuan pesisir.

“Anak-anak sudah kehilangan tempat bermain, nggak ada daratan lagi di Timbulsloko,” kata Nuah menggambarkan dampak banjir rob terhadap kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Penggagas Xtreme Impact 2026, Arto Biantoro, mengatakan kegiatan ini berawal dari sebuah gagasan sederhana untuk tidak sekadar mengeluhkan berbagai persoalan sosial, tetapi mengambil langkah nyata.”Daripada kita mengeluh dan komplain terhadap banyak hal, kami memutuskan untuk melakukan sesuatu, menjadi sebuah suara bagi sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa,” ujar Arto.

Ia mengungkapkan, aksi ini dipersiapkan melalui latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Para peserta menjalani latihan di kolam renang dan laut terbuka, termasuk latihan bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara.

Menurut Arto, dukungan berbagai komunitas, sekolah, dan jaringan alumni menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman para peserta dapat menjadi inspirasi ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing. “Kami percaya bahwa negara ini akan kuat apabila kita bisa bersama-sama, berkolaborasi dan mencintai negeri ini sepenuh hati,” katanya.

Kolaborasi juga mendapat dukungan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II, dengan keterlibatan tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebanyak 19 orang dalam mendukung aspek keselamatan dan kelancaran kegiatan. I Gung Putu Alit Jaya, Panglima Komando Armada II menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta serta berharap kerja sama serupa dapat berlanjut. “Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Extreme Impact 2026, alumni Kolese Kanisius Jakarta, dengan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II yang didukung tim Kopaska. Berkat kerja sama dan dukungan seluruh pihak, kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses. Kami berharap kolaborasi positif seperti ini dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya.”

Pengalaman dan motivasi peserta

Salah satu peserta sekaligus tertua, Jimmy Sutrisno, mengaku tantangan ini menjadi pengalaman pertamanya berenang menempuh jarak sejauh itu. Ia mengatakan persiapan selama sepuluh minggu dan kebiasaan berolahraga menjadi bekal untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Ya, kita olahraga teratur ya, makan dijaga mungkin, nggak merokok, banyak olahraga,” tuturnya.

Bagi Jimmy, tujuan membantu masyarakat Timbulsloko menjadi motivasi tersendiri. Ia mengaku telah melihat langsung kondisi warga yang setiap hari harus menghadapi banjir rob dan membersihkan rumah setelah air surut. “Kita berharap masyarakat di desa Timbulsloko bisa terbantu lah. Kan ini kita mengumpulkan uang,” katanya.

Xtreme Impact 2026 juga dirancang sebagai gerakan berkelanjutan. Selain aksi renang dan penggalangan dana, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi kemaritiman pada Minggu (1/11/2026) dan diikuti oleh 105 mahasiswa dari Madura, Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya juga akan ada operasi katarak gratis pada 13 Desember 2026 dalam rangka memperingati Hari Armada, bekerja sama dengan TNI AL.

Richard Robot, perwakilan Extreme Impact, mengatakan, “Kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan renang Selat Madura. Pada 13 Desember mendatang, kami juga akan melaksanakan operasi katarak bekerja sama dengan TNI AL dalam rangka memperingati Hari Armada. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut setiap tahun melalui berbagai bentuk kegiatan solidaritas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Melalui rangkaian aksi tersebut, penyelenggara berharap tantangan menyeberangi Selat Madura tidak berhenti sebagai pencapaian olahraga, tetapi menjadi jembatan solidaritas untuk membantu masyarakat pesisir mempertahankan kehidupan dan masa depan generasi berikutnya.

Mari berdonasi

Para perenang Xtreme Impact 2026 mengajak seluruh lapisan masyarakat, insan korporasi, dan komunitas untuk tidak sekadar menjadi penonton di tepi pantai. Keberanian para perenang di tengah laut Selat Madura membutuhkan sambutan tangan yang hangat dari masyarakat luas melalui aksi berdonasi.

Sekecil apa pun kontribusi yang Anda berikan akan langsung berdampak pada ketersediaan air bersih, akses jalan apung para pelajar desa, dan rumah produksi nelayan perempuan di Timbulsloko.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui platform resmi BenihBaik.com pada kampanye “Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak melalui https://m.benihbaik.com/campaign/harapan-untuk-perempuan-nelayan” atau kunjungi situs resmi www.xtremeimpact.org.

Bersama, kita terjemahkan kepedulian menjadi aksi nyata.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES