
Kolaka Beritando.com–Kolaborasi lintas sektor kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Itulah pesan tegas yang disampaikan Andi Sumangerukka saat membuka Musrenbang Sulawesi Tenggara 2027 di Kolaka, Selasa (5/5/2026).
Dalam forum strategis tersebut, gubernur menekankan bahwa arah pembangunan ke depan harus meninggalkan pola lama yang parsial dan sektoral. Ia mendorong sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar setiap program benar-benar terintegrasi dan tepat sasaran.
Tak hanya itu, isu ketimpangan wilayah juga menjadi sorotan utama. Kawasan kepulauan didorong untuk dipercepat melalui pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, sementara wilayah daratan diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM. Program Koperasi Merah Putih disebut sebagai motor penting untuk menjembatani pelaku usaha kecil dengan kawasan industri.
Di tengah capaian ekonomi yang tumbuh impresif hingga 5,70 persen pada 2025—melampaui rata-rata nasional—tantangan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Angka kemiskinan yang berada di level 10,14 persen menuntut kebijakan yang lebih terarah dan berkeadilan.
Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan kemiskinan, membaiknya ketimpangan (Gini Ratio), hingga rendahnya tingkat pengangguran terbuka. Indeks Pembangunan Manusia pun terus meningkat, menandakan kualitas hidup masyarakat yang kian membaik.
Namun demikian, tantangan fiskal tak bisa diabaikan. Ketergantungan pada transfer pusat, tingginya belanja operasional, serta beban pemeliharaan aset menjadi perhatian serius. Gubernur menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih efektif, dengan memastikan setiap rupiah belanja memberikan dampak langsung bagi pelayanan publik.
Musrenbang 2027 pun menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan pembangunan Sulawesi Tenggara berjalan lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.