BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM melalui Bazar Pesona Merdeka 2026

vritimes
20 Agu 2026 09:55
NASIONAL 0 10
4 menit membaca

BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap hunian pertama yang layak dan terjangkau.

Jakarta, 19 Agustus 2026 – Badan Pengelola Tabungan
Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat edukasi dan akses pembiayaan perumahan
bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM), melalui Bazar Pesona Merdeka 2026 yang
diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP) di M Bloc Space, Jakarta.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho turut mendampingi
Menteri PKP Maruarar Sirait dalam melakukan interaksi langsung dengan pelaku
UMKM dan masyarakat yang hadir. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya
memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan perumahan
sekaligus melihat langsung kondisi dan latar belakang para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP melakukan pengecekan
langsung kepada sejumlah peserta, mulai dari pelaku usaha kreatif, barista,
pekerja yayasan pendidikan, hingga pelaku UMKM yang memproduksi barang secara
mandiri. Salah satu peserta juga mengembangkan karya seni lukis yang dibuat
oleh anaknya yang merupakan penyandang autisme menjadi berbagai produk bernilai
ekonomi.

Heru menyampaikan bahwa keterlibatan BP Tapera dalam
kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan informasi mengenai KPR
Sejahtera FLPP kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan akses kepemilikan
rumah pertama. “BP Tapera hadir untuk mendekatkan informasi pembiayaan
perumahan kepada masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM dan masyarakat
berpenghasilan rendah mengetahui bahwa mereka memiliki kesempatan untuk
mengakses pembiayaan rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP,” ujar Heru.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat 89 masyarakat telah
mendaftar untuk memperoleh informasi dan akses pembiayaan perumahan. Peserta
berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan usaha, menunjukkan bahwa
kebutuhan terhadap hunian pertama sekaligus akses pembiayaan semakin beragam. Dari
kegiatan ini kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan
bahwa kebutuhan terhadap rumah pertama masih sangat besar, termasuk dari
kalangan pelaku usaha dan pekerja yang selama ini mungkin belum memahami
bagaimana cara mengakses pembiayaan perumahan,” kata Heru.

Berdasarkan rekap realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP
periode 1 Januari hingga 19 Agustus 2026, BP Tapera mencatat 131.516 unit rumah
telah tersalurkan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun.
Penyaluran tersebut telah menjangkau 36 provinsi di Indonesia.

Dengan kuota FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit, capaian
tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas bagi masyarakat yang
memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program pembiayaan rumah pertama. Jawa
Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, yakni 31.229 unit atau 23,75
persen dari total penyaluran, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,93 triliun.

Heru menegaskan bahwa BP Tapera akan terus memperluas
sosialisasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, dan mekanisme
pengajuan KPR Sejahtera FLPP. “Program pembiayaan perumahan harus semakin dekat
dengan masyarakat. Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami
persyaratan, manfaat, serta proses pengajuan sehingga mereka yang memenuhi
ketentuan dapat memanfaatkan kesempatan memiliki rumah pertama,” tutur Heru.

 

Sementara itu, interaksi Menteri PKP dengan para pelaku UMKM
juga memperlihatkan keberagaman potensi ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan
tersebut, Menteri PKP memberikan motivasi kepada peserta agar tidak mudah
menyerah dalam mengembangkan usaha. “Pantang menyerah itu harus dari diri kita
sendiri. Dengan kemauan dan doa, kita harus yakin sukses,” pesan Menteri PKP
kepada salah satu peserta.

Bazar Pesona Merdeka 2026 sendiri menghadirkan ruang bagi
pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan usahanya. Kegiatan
tersebut juga memberikan kesempatan bagi pengusaha muda dan pengusaha muda
penyandang disabilitas untuk tampil dan memperkenalkan produk mereka kepada
masyarakat.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, BP Tapera tidak
hanya mendorong masyarakat memahami program pembiayaan perumahan, tetapi juga
memperluas jangkauan informasi kepada kelompok masyarakat yang aktif
menjalankan usaha. Upaya tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi,
di mana rumah pertama diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi kemandirian
keluarga sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha.

BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan
edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan
rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap
hunian pertama yang layak dan terjangkau.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES