PLN NPC Tuntaskan ECRL FS 09 Sebulan Lebih Cepat, Perkuat Proyek Kelistrikan di Malaysia

vritimes
28 Agu 2026 13:58
NASIONAL 0 18
3 menit membaca

Jakarta – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) kembali mencatatkan prestasi dalam penyelesaian proyek East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia. Salah satunya melalui energized project ECRL Feeder Station (FS) 09 di Jambu Rias yang rampung satu bulan lebih awal dari target kontrak.

Proyek ini berhasil energized untuk Underground Cable (UGC) pada 27 Februari 2026 dan Switching Station pada 30 Januari 2026. Pengerjaan FS 09 ini melanjutkan keberhasilan proyek ECRL FS 02 dengan UGC sepanjang 10 km di Seberang Jertih dan FS 01 di Tunjung.

Istilah energized dalam proyek kelistrikan secara sederhana berarti instalasi atau sistem telah diberi tegangan listrik sehingga dapat memasuki tahapan pengoperasian sesuai prosedur dan persyaratan teknis. Sementara itu, Feeder Station atau FS merupakan fasilitas kelistrikan yang berperan dalam menyediakan dan mengatur pasokan listrik untuk kebutuhan sistem tertentu, dalam hal ini mendukung operasional ECRL.

FS 09 merupakan bagian dari rangkaian proyek elektrifikasi ECRL yang dikerjakan PLN NPC di Malaysia. Secara keseluruhan, PLN NPC melaksanakan design and build project untuk elektrifikasi ECRL di empat titik, yakni FS 01, FS 02, FS 09, dan FS 10.

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), UGC sepanjang 3 km, serta pekerjaan pendukung lainnya yang mendukung sistem kelistrikan ECRL. UGC adalah kabel yang dipasang di bawah tanah untuk menyalurkan listrik secara aman dan tersembunyi, sedangkan OHL merupakan saluran listrik yang dipasang menggunakan jaringan udara.

Penyelesaian FS 09 juga menjadi bagian dari pencapaian PLN NPC dalam pekerjaan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Secara sederhana, EPCC merupakan rangkaian pekerjaan yang mencakup perancangan teknis, pengadaan material dan peralatan, pembangunan, hingga proses pengujian dan pengoperasian fasilitas.

Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria menyampaikan penyelesaian project FS 09 ini merupakan tonggak penting bagi PLN NPC dalam memperluas kiprah di pasar internasional, khususnya dalam proyek elektrifikasi infrastruktur transportasi.

“Keberhasilan penyelesaian FS 09 tidak terlepas dari kerja keras tim proyek, kolaborasi yang solid dengan para pemangku kepentingan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu yang ketat,” kata Hendra, dalam keterangan resminya. Keberhasilan menyelesaikan proyek lebih cepat tidak berdiri sendiri. 

Berdasarkan keterangan Direktur Utama PLN NPC, terdapat sejumlah langkah yang menjadi bagian dari strategi percepatan, yakni membuat rencana kerja dan mengatur prioritas, membangun alur komunikasi yang jelas dengan subcontractor, pemberi kerja dan owner, serta membuat risk management dan memetakannya sesuai skala dan prioritas. Risk management atau manajemen risiko merupakan proses mengenali, menilai, dan mengantisipasi risiko yang dapat menghambat pekerjaan.

Di sisi lain, PLN NPC juga harus menghadapi tantangan dalam memahami culture project di Malaysia serta berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, mulai dari pemberi kerja, pemilik pekerjaan hingga local authority atau pemerintah daerah. Setiap daerah memiliki aturan masing-masing yang harus dipatuhi selama proyek berlangsung.

ECRL atau Jalur Kereta Pantai Timur Malaysia merupakan proyek transportasi penumpang dan kargo yang menghubungkan Pelabuhan Klang, Selangor di pantai barat dengan Kota Bharu, Kelantan di pantai timur Malaysia. ECRL sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo sehingga mendukung pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Capaian tersebut turut memperkuat rekam jejak PLN NPC dalam mengukuhkan posisinya sebagai mitra konstruksi ketenagalistrikan yang kompetitif dan terpercaya di pasar internasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES