ICPAPS 2026, SUCOFINDO Tegaskan Pentingnya Jaminan Mutu dalam Ekosistem Kesehatan

vritimes
1 Okt 2026 15:30
NASIONAL 0 8
2 menit membaca

Yogyakarta, (1/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem farmasi dan teknologi kesehatan nasional melalui partisipasinya sebagai pembicara pada The 9th International Conference on Pharmacy and Advanced Pharmaceutical Sciences (ICPAPS) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Konferensi internasional yang mengusung tema “Enhancing Pharmaceutical Care and Sovereignty through Digital Transformation” tersebut menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, regulator, industri, dan praktisi kesehatan dalam mendorong inovasi serta kemandirian sektor farmasi Indonesia melalui transformasi digital.

Pada kesempatan tersebut, Vice President Research and Business Development PT SUCOFINDO (PERSERO), Dian Indrawaty, hadir sebagai pembicara dalam sesi Industrial Symposium dengan membawakan materi bertajuk “From Research to Market: The Strategic Role of Testing, Inspection and Certification in Advancing Pharmaceutical and Healthcare Innovation”.

Menurut Dian Indrawaty, keberhasilan inovasi farmasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas riset, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan di sepanjang rantai nilai industri kesehatan. Mulai dari penelitian dan pengembangan, evaluasi klinis, manufaktur, distribusi, hingga pelayanan kesehatan, seluruh proses memerlukan sistem jaminan mutu dan kepatuhan yang terintegrasi.

“Kepercayaan tidak dibangun pada satu titik, melainkan di seluruh rantai nilai. Di sinilah peran strategis layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) hadir untuk memastikan setiap tahapan pengembangan produk berjalan sesuai standar yang berlaku sehingga inovasi dapat bertransformasi menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) menghadirkan layanan TIC terintegrasi yang mencakup layanan pengujian produk farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan, inspeksi dan verifikasi rantai pasok, sertifikasi sistem manajemen, kalibrasi, konsultansi kepatuhan regulasi, hingga pendampingan akreditasi fasilitas kesehatan.

Dian Indrawaty juga menyoroti bahwa perjalanan inovasi dari laboratorium menuju pasar sering kali menghadapi berbagai tantangan. Tidak sedikit hasil penelitian yang memiliki potensi besar, namun memerlukan dukungan lebih lanjut dalam aspek pengujian, validasi, pemenuhan standar, hingga pengakuan regulator agar dapat dikembangkan menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

“Agar inovasi dapat memberikan dampak yang lebih luas, diperlukan dukungan ekosistem yang mampu memastikan hasil riset memenuhi aspek mutu, keamanan, dan kepatuhan sejak tahap pengembangan. Dengan demikian, proses hilirisasi dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar,” jelasnya.

Melalui layanan TIC, PT SUCOFINDO (PERSERO) berperan mendukung proses tersebut dengan menjembatani kebutuhan akademisi, industri, dan regulator. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi produk yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan kepatuhan, sekaligus memperkuat daya saing industri farmasi dan teknologi kesehatan nasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES