OSL Indonesia Berkolaborasi dengan SMSI Bangka Belitung Dorong Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa

vritimes
26 Okt 2026 14:11
NASIONAL 0 7
3 menit membaca

Jakarta, 26 Oktober 2026 – OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan  (OJK), menggandeng Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka Belitung, menggelar seminar literasi blockchain dan aset kripto, pada 20 Oktober 2026, lalu di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, blockchain dan aset kripto menjadi bagian dari inovasi teknologi yang semakin banyak diperbincangkan. Namun, tingkat pemahaman masyarakat khususnya generasi muda terhadap teknologi dan regulasi yang mendasari aset kripto masih terhitung rendah.

Melihat ini, sebagai platform perdagangan aset kripto berstandar kepatuhan global, OSL Indonesia gelar seminar bertajuk “Revolusi Ekonomi Digital: Memahami Aset Kripto dan Transformasi Keuangan Masa Depan” kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. 

Menggandeng SMSI Bangka Belitung, kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman generasi muda mengenai perkembangan teknologi keuangan digital, cara kerja aset kripto, serta pentingnya memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Dalam rangkaian kegiatannya, OSL Indonesia memperkenalkan blockchain sebagai teknologi pencatatan digital yang menjadi pondasi dalam pengembangan sistem keuangan berbasis teknologi seperti aset kripto.

Asisten Manajer Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Bangka Belitung, M. Nizam, menyampaikan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Hanya, belum banyak investor yang benar-benar memahami risiko investasi aset kripto.

“Aset kripto termasuk aset keuangan digital yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, sehingga merupakan alternatif aset investasi resmi dan berizin. Namun, aset kripto bersifat sangat fluktuatif dan berisiko tinggi, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk memahami profil risiko dan teknologi yang mendasari pasar aset kripto,” ujar Nizam.

Ia juga menambahkan, sangat penting untuk menggunakan platform yang berizin dan diawasi OJK agar investor memperoleh pelindungan sesuai ketentuan.

Sejalan dengan ini, Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, menyampaikan bahwa dalam bertransaksi hal terpenting yang harus diperhatikan adalah profil risiko dan pendekatan psikologis masing-masing investor. Dengan begitu, masyarakat dapat mengatur strategi investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan transaksi.

“Perbedaan psikologis dan toleransi risiko tiap investor berarti pendekatan serta strategi investasi yang berbeda pula. Oleh karena itu, OSL Indonesia menghadirkan fitur dan layanan berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Di antaranya, fitur Auto-invest (DCA) bagi pengguna dengan strategi investasi jangka panjang, Quick Buy/Sell untuk trader yang aktif memanfaatkan momentum pasar, dan OSL Elite bagi investor dengan transaksi lebih besar,” jelas Vincent.

Lebih lanjut, selain mengenal teknologi blockchain, karakteristik aset kripto, dan risiko transaksi. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mengembangkan pola pikir kritis dalam menilai informasi dan peluang yang muncul di ekosistem aset digital.

Dengan pemahaman yang tepat, generasi muda diharapkan dapat melihat perkembangan blockchain secara lebih menyeluruh, baik dari sisi teknologi, potensi penerapan, maupun risiko yang perlu diperhatikan. Sebagai platform platform perdagangan aset kripto yang resmi dan berizin, OSL Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem aset digital yang mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi pengguna.

Ke depan, OSL Indonesia akan terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan literasi aset digital melalui berbagai inisiatif edukasi dan kolaborasi, sehingga masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda, dapat memahami perkembangan teknologi keuangan digital dan berpartisipasi secara lebih bijak serta bertanggung jawab.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES