
Jakarta, 3 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan standar keselamatan di lingkungan kerja jelang masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026, Petugas satuan keamanan KAI Services yang bertugas di wilayah Regional 1 Jakarta mengikuti kegiatan pembinaan bertema First Aid dan Basic Life Support (BLS) yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta, pada Senin (2/3).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta. Hadir sebagai narasumber, dr Gagas Kuncoro Jati yang memberikan pemaparan komprehensif terkait penanganan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar pertolongan pertama, identifikasi potensi bahaya di tempat kerja, hingga praktik langsung penanganan korban sesuai prosedur medis.
Dalam sesi pembinaan, para peserta dibekali pemahaman mengenai tujuan utama pertolongan pertama yang dikenal dengan prinsip 3P, yaitu Preserve Life (menyelamatkan nyawa), Prevent Worsening (mencegah kondisi memburuk), dan Promote Recovery (mendukung proses pemulihan). Selain itu, dijelaskan pula mengenai konsep chain of survival atau “rantai kelangsungan hidup” sebagai rangkaian tindakan cepat dan tepat dalam situasi henti jantung maupun kondisi darurat lainnya.
Materi teknis yang diberikan mencakup tata laksana pasien dalam kondisi darurat, teknik airway maneuver untuk memastikan jalan nafas tetap terbuka, hingga teknik pembidaian pada pasien dengan dugaan cedera tulang.
Para anggota satuan keamanan KAI Services tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung guna memastikan pemahaman yang aplikatif serta sesuai dengan standar medis yang berlaku. Agus Wiyono, salah satu tenaga satuan keamanan KAI Services, mengatakan, dengan adanya pembinaan ini, ia jadi mengetahui bagaimana cara memberikan pertolongan pertama jika ada penumpang yang sakit di stasiun.
“Pelatihan ini memberikan kita pengetahuan mengenai cara untuk memberikan pertolongan pertama agar ketika ada orang yang tiba-tiba sakit di stasiun bisa bertahan dengan langsung diberikan pertolongan.” ujar Agus.
Melalui kegiatan ini, KAI Services menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan berorientasi pada keselamatan seluruh insan perusahaan maupun pengguna layanan. Peningkatan kapasitas personel keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung operasional yang andal dan profesional di seluruh lini pelayanan.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan, pembinaan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja.
“Pembekalan kemampuan pertolongan pertama dan BLS menjadi kompetensi penting bagi personel keamanan. Kami berharap melalui pelatihan ini, seluruh anggota PAM KCI semakin sigap, responsif, dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat di lapangan,” ujar Ixfan.
KAI Services akan terus mendorong pelaksanaan pembinaan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi budaya keselamatan dan pelayanan prima, guna memastikan setiap aspek operasional perusahaan berjalan dengan standar keamanan dan profesionalisme yang tinggi.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES