
WANGGUDU ,Beritando.com– Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., menggelar rapat bersama pihak PLN UP3 Kendari guna membahas persoalan tegangan listrik yang tidak stabil di wilayah Kabupaten Konawe Utara.
Rapat tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Konawe Utara, Rabu (20/5/2026), dan dihadiri jajaran PLN Sulawesi Tenggara serta sejumlah pihak terkait.
Dalam pertemuan itu, PLN Sultra memaparkan langkah penanganan sementara untuk mengatasi naik turunnya tegangan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni penempatan mesin pembangkit berkapasitas 8 megawatt di PLTU Asera, Kelurahan Wanggudu.
Pihak PLN menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sembari menunggu penyelesaian proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
PLN menargetkan pemasangan mesin pembangkit tersebut dapat direalisasikan pada Oktober 2026 mendatang.
Menanggapi hal itu, Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menegaskan agar persoalan tegangan listrik di daerahnya segera mendapat penanganan serius dan cepat. Ia meminta kondisi kelistrikan di Konawe Utara sudah kembali normal sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
“Permasalahan tegangan listrik ini telah banyak merugikan masyarakat, terutama menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik warga. Karena itu kami berharap ada langkah konkret dan percepatan penanganan dari pihak PLN,” tegas Ikbar.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat serta seluruh pihak yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Konawe Utara Menggugat (KRKM) atas dukungan dan partisipasi mereka dalam membantu pemerintah menyuarakan persoalan kelistrikan di Konawe Utara.
Ia berharap langkah bersama yang dilakukan pemerintah daerah dan PLN dapat menjadi solusi awal dalam menghadirkan pasokan listrik yang lebih stabil dan berkualitas bagi masyarakat Konawe Utara.
Sutarno