Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

adminbackup
13 Apr 2026 16:01
NASIONAL 0 10
3 menit membaca

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, di tengah kombinasi sentimen teknikal yang relatif solid dan dukungan faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area penopang utama.

Secara teknikal, pergerakan harga emas saat ini menunjukkan stabilitas setelah sebelumnya berhasil melewati salah satu level penting. Area yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance kini telah berubah menjadi support, yang menjadi indikasi bahwa kekuatan beli di pasar masih cukup dominan. Perubahan fungsi level ini umumnya mencerminkan adanya pergeseran sentimen pasar dari fase penahanan menjadi fase penopang, sehingga membuka peluang bagi harga untuk bergerak lebih tinggi.

Selain itu, harga emas juga berpotensi mengisi kembali celah harga atau gap yang sempat terbentuk pada pembukaan pasar sebelumnya. Fenomena ini cukup umum terjadi dalam pergerakan harga, di mana pasar cenderung menutup gap sebelum melanjutkan tren utama. Dengan demikian, pergerakan saat ini dinilai masih berada dalam jalur yang mendukung kelanjutan tren bullish.

Dalam analisisnya, Geraldo Kofit menekankan pentingnya menjaga posisi harga agar tetap berada di atas dua level support utama. Selama harga tidak menembus dan ditutup di bawah area tersebut, maka tekanan jual dinilai belum cukup kuat untuk mengubah arah tren. Hal ini memberikan sinyal bahwa kecenderungan pergerakan masih mengarah ke atas, meskipun fluktuasi jangka pendek tetap mungkin terjadi.

Untuk proyeksi jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi menguji resistance terdekat di kisaran 4.795. Jika momentum kenaikan mampu bertahan, maka peluang untuk melanjutkan penguatan hingga level 4.857 juga terbuka. Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengukur potensi pergerakan harga selanjutnya.

Dari sisi fundamental, prospek kenaikan harga emas turut didukung oleh sejumlah faktor global. Salah satu yang paling berpengaruh adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar mulai memperkirakan bahwa bank sentral AS akan mengambil pendekatan yang lebih dovish, baik melalui pelonggaran kebijakan maupun perlambatan kenaikan suku bunga.

Ekspektasi tersebut berdampak pada pergerakan dolar AS yang cenderung melemah. Dalam kondisi dolar yang lebih lemah, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Hubungan negatif antara dolar dan emas ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga logam mulia.

Di samping itu, ketidakpastian ekonomi global juga masih menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, dinamika geopolitik, serta kondisi pasar keuangan yang belum sepenuhnya stabil mendorong investor untuk mencari instrumen yang lebih aman.

Permintaan terhadap aset safe haven seperti emas pun cenderung meningkat, terutama menjelang rilis data ekonomi penting yang dapat memicu volatilitas pasar. Dalam situasi tersebut, emas sering kali menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai aset dari potensi risiko.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa tren bullish pada harga emas masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area support yang telah terbentuk, arah pergerakan diperkirakan tetap mengarah ke atas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan dinamika global serta pergerakan harga secara cermat. Volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, sehingga strategi yang disiplin dan berbasis pada level kunci menjadi penting dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES