Geger di Angata! 120 Pelajar Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Siswa SD hingga SMA Terdampak

Redaksi Beritando
14 Okt 2026 22:11
2 menit membaca

 

KONAWE SELATAN, Beritando.com — Insiden yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghebohkan Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 120 pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dilaporkan telah mendapatkan penanganan petugas kesehatan setelah mengalami keluhan.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan petugas kesehatan, para pelajar terdampak terdiri atas 73 siswa SD, 3 siswa SMP, dan 44 siswa SMA 10 Konawe Selatan.

Harwani mengungkapkan, angka tersebut merupakan hasil pendataan sementara. Petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah pelajar yang mengalami keluhan.

“Jumlah pelajar yang sudah mendapatkan penanganan saat ini sebanyak 120 orang. Namun, data tersebut masih bisa berubah seiring berlangsungnya pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujar Harwani.

Penanganan terhadap para siswa dilakukan oleh petugas kesehatan Puskesmas Motaha. Pemeriksaan diberikan sesuai kondisi masing-masing pelajar, sementara pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya keluhan tambahan.

Meski dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi melalui program MBG, penyebab kejadian ini belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut serta penelusuran oleh instansi berwenang untuk mengetahui apakah terdapat hubungan langsung antara makanan yang disajikan dan keluhan yang dialami para siswa.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian, mengingat para pelajar merupakan kelompok yang membutuhkan jaminan keamanan pangan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di sekolah.

Pihak Puskesmas Motaha bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para pelajar serta memperbarui data apabila ditemukan kasus tambahan.

Orang tua dan masyarakat diimbau tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan. Informasi mengenai perkembangan kondisi siswa dan hasil penelusuran diharapkan disampaikan melalui pihak berwenang.

Tim