Konut Jadi Satu-satunya Rayon Seleksi Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan di Sultra

Redaksi Beritando
23 Jun 2026 11:11
3 menit membaca

KONAWE UTARA ,Beritando.com– Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Utara (Konut) menggelar seleksi  penerimaan calon Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan vokasi di bidang kelautan dan perikanan bagi generasi muda Sulawesi Tenggara.

Program tersebut merupakan inisiatif yang telah dicanangkan sejak masa kepemimpinan Bupati Konawe Utara sebelumnya, H. Ruksamin, dan hingga kini terus berlanjut dengan dukungan penuh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., bersama wakilnya H. Abuhaeran S.Sos,.M.Si sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menariknya, Kabupaten Konawe Utara menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang dipercaya sebagai rayon pelaksanaan seleksi penerimaan taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan tahun ini.

Kepala Dinas Perikanan Konawe Utara, Abdollah, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa program kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut telah berjalan sejak 2022 dan kini memasuki tahun kelima pelaksanaannya.

“Program ini memberikan peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tinggi vokasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kerja sama ini sudah berjalan sejak 2022 dan terus berlanjut hingga saat ini,” ujar Abdollah.

Ia menjelaskan, terdapat enam kampus yang menjadi pilihan peserta seleksi, yakni Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta program D4, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo program D3, Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana Bali program D3, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone program D3, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong program D3, serta Politeknik Kelautan dan Perikanan Wakatobi program D1.

Tahun ini, sebanyak 73 peserta mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, 17 peserta memilih Politeknik AUP Jakarta, 16 peserta memilih Politeknik Sidoarjo, 10 peserta memilih Politeknik Jembrana Bali, 18 peserta memilih Politeknik Bone, satu peserta memilih Politeknik Sorong, dan 11 peserta memilih Politeknik Wakatobi.

Peserta tidak hanya berasal dari Konawe Utara, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, seperti Kendari, Konawe, Konawe Selatan, Muna, Bombana, Kolaka, Buton Utara, Buton, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi. Bahkan, terdapat peserta yang datang dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Menurut Abdollah, para peserta diberikan keleluasaan menentukan kampus tujuan sesuai minat dan bidang keahlian yang ingin ditekuni. Selain itu, program ini menawarkan berbagai fasilitas, termasuk pembebasan biaya pendidikan dan penyediaan asrama selama masa studi.

“Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh pendidikan secara gratis dan mendapatkan fasilitas asrama selama mengikuti perkuliahan,” jelasnya.

Pelaksanaan seleksi berlangsung mulai 23 hingga 30 Juni 2026. Tahapan yang harus diikuti peserta meliputi tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT), pemeriksaan kesehatan, wawancara, serta tes kesamaptaan jasmani.

Pemeriksaan kesehatan bahkan telah dimulai sehari sebelum pelaksanaan CAT sebagai bagian dari rangkaian seleksi.

Mantan kadis Kominfo Abdollah itu menegaskan bahwa proses penerimaan dilakukan secara nasional berdasarkan kuota yang tersedia di masing-masing kampus. Dengan demikian, seluruh peserta akan bersaing dengan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Seleksi dilakukan secara nasional. Kelulusan peserta ditentukan berdasarkan hasil tes dan peringkat nilai sesuai kuota yang tersedia di masing-masing politeknik,” tegasnya.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang profesional, berdaya saing, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Harapan kami, semakin banyak putra-putri Sulawesi Tenggara, khususnya Konawe Utara, yang mampu mengembangkan kapasitasnya di bidang kelautan dan perikanan sehingga dapat menjadi tenaga profesional yang dibutuhkan di masa mendatang,” pungkas Abdollah.

Sutarno