
KENDARI, Beritando.com – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Workshop Batch 6 Penulisan Manuskrip Artikel Jurnal Berstandar Sinta 2 yang digelar Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Sahid Azizah Syariah Hotel tersebut mengusung tema “Strategi Penulisan Artikel Berstandar Publikasi Jurnal Bereputasi (Target Sinta 2)”. Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas akademik dosen, memperkuat budaya riset, serta mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Kopertais Wilayah VIII dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya di Sulawesi Tenggara, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Perguruan tinggi yang mengikuti workshop ini antara lain Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jannatu Adnin Kendari, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi, STAI Syarif Muhammad Raha di Kabupaten Muna, serta Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid Baubau.
Melalui workshop tersebut, para peserta mendapatkan ruang untuk memperkuat kompetensi dalam menyusun manuskrip artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal nasional terakreditasi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya karya penelitian berkualitas yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Sekretaris Kopertais Tekankan Pentingnya Kualitas Publikasi
Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, Nur Taufik Baco, menyampaikan apresiasi kepada IAI Rawa Aopa Konawe Selatan atas dukungan dan kerja sama dalam menyelenggarakan Workshop Batch 6 tersebut.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi akademik, khususnya dalam bidang penelitian dan penulisan artikel ilmiah.
Menurutnya, publikasi ilmiah merupakan salah satu unsur penting dalam peningkatan mutu dan reputasi perguruan tinggi. Dosen tidak hanya dituntut menjalankan fungsi pendidikan dan pengajaran, tetapi juga melaksanakan penelitian berkualitas serta memublikasikan hasilnya agar dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan Workshop Batch 6 ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh dosen yang telah berpartisipasi dan menunjukkan komitmen untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah,” ujar Nur Taufik Baco, Minggu (25/10/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut pada penyusunan manuskrip yang siap diajukan ke jurnal ilmiah terakreditasi.
Menurutnya, target publikasi pada jurnal Sinta 2 harus diiringi dengan kesungguhan dalam menjaga kualitas penelitian, ketepatan metodologi, kebaruan kajian, kekuatan analisis, serta kepatuhan terhadap etika publikasi ilmiah.

“Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini, para dosen dapat menghasilkan artikel yang tidak hanya memenuhi persyaratan teknis penulisan, tetapi juga memiliki kualitas substansi yang baik. Dengan demikian, publikasi ilmiah dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan mutu dan reputasi perguruan tinggi,” tegasnya.
Yayasan Al Asri Dorong Penguatan Budaya Riset
Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, S.KM., M.Si., menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah merupakan bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan tinggi yang berdaya saing.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus mendorong dosen agar produktif melakukan penelitian, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta memperluas kolaborasi akademik lintas institusi.
“Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri menyambut baik pelaksanaan workshop ini. Kami berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para dosen untuk semakin produktif dalam melakukan penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta membangun kolaborasi akademik antarperguruan tinggi,” ujar Mardan.
Ia menambahkan, publikasi pada jurnal terakreditasi hendaknya tidak semata-mata dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif. Lebih dari itu, publikasi harus menjadi sarana untuk menghasilkan penelitian yang orisinal, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus terus membangun tradisi akademik yang berorientasi pada kualitas. Melalui penelitian yang baik dan publikasi yang bermutu, dosen dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Mardan berharap kerja sama antara Kopertais Wilayah VIII dan perguruan tinggi di wilayah koordinasinya dapat terus diperkuat melalui program peningkatan kapasitas dosen, penelitian kolaboratif, serta berbagai kegiatan akademik yang berdampak terhadap pengembangan institusi.
Rektor IAI Rawa Aopa Apresiasi Kolaborasi Akademik
Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A., menyampaikan apresiasi kepada Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua atas kepercayaan serta kerja sama dalam penyelenggaraan workshop tersebut.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan kapasitas akademik itu.
Menurutnya, keterlibatan berbagai institusi pendidikan tinggi menjadi langkah penting dalam membangun budaya akademik yang produktif, memperluas jejaring keilmuan, serta membuka peluang kolaborasi penelitian.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kopertais Wilayah VIII atas dukungan serta kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kami juga mengapresiasi perguruan tinggi dan para dosen yang telah hadir untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi penulisan artikel ilmiah,” ujar Dr. Basrin Melamba, M.A.
Ia berharap workshop ini menjadi momentum untuk memperkuat tradisi penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Menurutnya, kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan dalam menjalankan pendidikan dan pengajaran, tetapi juga tercermin dari produktivitas penelitian, kualitas publikasi, dan kontribusi akademik bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para dosen semakin termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, dan meningkatkan kontribusi penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Target publikasi Sinta 2 hendaknya menjadi pemacu untuk terus memperbaiki kualitas penelitian dan penulisan,” tegasnya.
Dr. Basrin juga berharap kemitraan antara Kopertais Wilayah VIII dan perguruan tinggi di wilayah koordinasinya dapat terus berkembang melalui program peningkatan kapasitas dosen, penelitian kolaboratif, dan kegiatan akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu institusi.
Integritas Akademik Jadi Fondasi Publikasi Bereputasi
Penulisan artikel ilmiah untuk jurnal terakreditasi membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyusun tulisan dengan bahasa akademik. Penulis juga harus mampu merumuskan persoalan penelitian secara jelas, menunjukkan kebaruan kajian, memilih metodologi yang tepat, serta menyajikan hasil penelitian melalui analisis yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kesesuaian topik dengan ruang lingkup jurnal, struktur manuskrip, kualitas referensi ilmiah, kekuatan argumentasi, serta kepatuhan terhadap pedoman penulisan menjadi aspek penting dalam mempersiapkan artikel untuk proses penilaian.
Selain itu, integritas akademik harus menjadi landasan utama dalam setiap tahapan penelitian dan publikasi. Setiap karya ilmiah wajib didasarkan pada penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan, mencantumkan sumber secara benar, menghindari plagiarisme, serta mematuhi ketentuan etika publikasi ilmiah.
Melalui Workshop Batch 6 ini, Kopertais Wilayah VIII bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan mampu terus mendorong peningkatan kompetensi dosen, memperkuat budaya riset, serta meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik yang berkelanjutan, sehingga perguruan tinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua semakin mampu menghasilkan penelitian bermutu, memperluas kontribusi keilmuan, serta meningkatkan reputasi akademik di tingkat nasional.