Pengadaan 54 Lokomotif CC 205 Tuntas, KAI Divre IV Siap Amankan Ketahanan Energi Nasional

adminbackup
16 Mar 2026 14:01
NASIONAL 0 10
2 menit membaca

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV
Tanjungkarang kembali menerima tambahan 16 unit lokomotif baru tipe CC 205 yang
diproduksi oleh Progress Rail di Alabama, Amerika Serikat. Lokomotif tersebut
tiba melalui Pelabuhan Panjang, Lampung, sebagai bagian dari batch keempat
dalam program pengadaan sebanyak 54 unit lokomotif.

Dengan tibanya pengiriman pada batch keempat ini, seluruh
rangkaian pengadaan telah terpenuhi. Dengan demikian, Divre IV Tanjungkarang
kini telah menerima secara lengkap 54 unit lokomotif baru yang akan digunakan
untuk mendukung peningkatan kinerja operasional perkeretaapian di wilayah
Sumatera Bagian Selatan.

Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki
Assjari, menyampaikan bahwa penambahan sarana lokomotif ini diharapkan dapat
semakin meningkatkan kelancaran layanan angkutan barang, khususnya untuk
komoditas batubara serta berbagai kebutuhan logistik lainnya yang terus
mengalami pertumbuhan di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

“Selain meningkatkan efisiensi operasional, pemanfaatan
kereta api sebagai moda angkutan barang juga menjadi solusi yang efektif dalam
menekan polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Dalam satu perjalanan, rangkaian
KA angkutan batu bara yang menarik 61 gerbong dengan kapasitas sekitar 3.050
ton mampu menggantikan hingga 120 truk kontainer berukuran 40 kaki,” ujar Zaki.

Ia menjelaskan bahwa satu rangkaian KA angkutan batu bara
menghasilkan emisi sekitar 10.766 kg CO₂ per perjalanan, jauh lebih rendah
dibandingkan emisi yang dihasilkan oleh 120 truk kontainer yang mencapai 65.645
kg CO₂ per perjalanan.

Dengan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik
serta kapasitas angkut yang jauh lebih besar, kereta api menjadi salah satu
moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mendukung
distribusi barang.

Selain berdampak pada aspek lingkungan, penggunaan kereta
api sebagai moda angkutan barang juga memberikan kontribusi positif terhadap
kelancaran lalu lintas. Berkurangnya volume kendaraan berat di jalan tol maupun
jalan nasional dapat membantu memperlancar arus kendaraan sekaligus
memperpanjang umur layanan infrastruktur jalan.

Di sisi lain, pengalihan angkutan barang ke moda rel juga
berpotensi menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan
besar. Transportasi barang melalui jalur rel memiliki tingkat kecelakaan yang
relatif lebih rendah serta risiko kerusakan barang yang lebih kecil, sehingga
menjadi pilihan yang lebih aman dan andal bagi dunia usaha.

Dengan dukungan sarana yang semakin memadai, KAI Divre IV
Tanjungkarang terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor industri
dan pelaku logistik untuk memanfaatkan layanan angkutan barang berbasis rel.

“Kami terus mendorong sinergi antara operator logistik,
pelaku industri, dan pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan kereta api
untuk distribusi barang. Hal ini merupakan langkah strategis untuk membangun
ekosistem logistik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Zaki.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES