Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi

vritimes
8 Jul 2026 09:01
NASIONAL 0 7
3 menit membaca

Medan, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Berlandaskan keyakinan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak terlepas dari dukungan masyarakat di sekitarnya, Pelindo Multi Terminal berkolaborasi dengan Pelindo Regional 1 menghadirkan berbagai program yang berfokus pada penguatan pilar pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan peluang kerja dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali diimplementasikan melalui peluncuran Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi Barista dan Pengolahan Hasil Laut yang diikuti oleh 32 orang dari enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan. Program dibuka di Grha Pelindo, Medan, pada Senin (6/7), sebelum peserta mengikuti rangkaian pelatihan vokasi, magang, dan pendampingan yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan sebagai mitra pelatihan serta Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai mitra pelaksana dan fasilitator pendampingan.

Dalam sambutannya, VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mempersiapkan peserta agar mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini bukan sekadar datang, mengikuti kelas, lalu memperoleh sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Kami berharap program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing sekaligus mendorong lahirnya UMKM yang memiliki daya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Belawan,” ujar Zulhendri.

Perwakilan Baitulmaal Muamalat sekaligus Pembimbing Teknis Program, Rizky Ardani Situmorang, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara bertahap agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pelatihan, tetapi juga pengalaman praktik serta pendampingan yang berkelanjutan sehingga kompetensi yang dimiliki dapat diterapkan secara nyata.

“Pelatihan ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program yang telah disusun. Setelah mengikuti pelatihan di BBPVP Medan, peserta akan melanjutkan proses magang dan pendampingan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” jelas Rizky.

Program vokasi terdiri atas dua bidang pelatihan, yaitu barista dan pengolahan hasil laut, yang masing-masing diikuti oleh 16 peserta. Pelatihan akan dilaksanakan di BBPVP Medan mulai 13 Juli 2026 dengan durasi 18 hari untuk kelas barista dan lima hari untuk kelas pengolahan hasil laut. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti proses magang serta pendampingan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan kemandirian usaha.

Sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam menyukseskan program, kegiatan pembukaan ditutup dengan penandatanganan surat pernyataan komitmen oleh seluruh penerima manfaat sebagai langkah awal mengikuti rangkaian rangkaian program hingga selesai.

Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, mengapresiasi inisiatif Pelindo yang dinilai memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda Belawan, untuk meningkatkan kompetensi dan membangun masa depan yang lebih baik melalui keterampilan vokasi.

“Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Mari bersama-sama menunjukkan bahwa masyarakat Belawan memiliki semangat, kompetensi, dan kemampuan untuk berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Robby.

Melalui program TJSL yang berfokus pada pilar pendidikan dan pengembangan masyarakat, Pelindo terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, lembaga pelatihan, dan mitra pelaksana, perusahaan berharap program ini dapat melahirkan sumber daya manusia yang lebih kompeten dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES